Minggu, 06 Mei 2012

Bahaya Diet Rendah Karbohidrat

Banyak dari kita yang ingin menurunkan badan dengan ‘cepat’ dan pada umumnya mengambil metode Diet Rendah Karbohidrat (tinggi Protein). Para binaraga juga sering sekali menggunakan cara ini untuk membuang lemak di tubuhnya dengan cepat. Ternyata ada beberapa hal yang membuat diet jenis ini cukup berbahaya. Apakah kita harus terus menggunakan metode ini? Kapan kita harus waspada?

Karbohidrat adalah sumber energy utama dalam tubuh kita selain Protein dan Lemak. Karena itu tubuh akan lebih memilih karbohidrat untuk pemenuhan kebutuhan energynya. Kelebihan karbohidrat akan disimpan oleh tubuh menjadi lemak membuat banyak orang berpikir dengan mengatur pola makan sedemikian rupa sehingga menjadi rendah karbohidrat, tinggi protein, akan membuat lemak yang ada bisa dibakar melalui olahraga yang intensif dan tenaga yang dibutuhkan akan dipenuhi dari asupan protein yang tinggi.

Karbohidrat mempunyai empat fungsi penting yang berhubungan dengan metabolisme tubuh dan perfoma latihan, yaitu:

1. Sumber energy utama
2. Asupan karbohidrat yang cukup akan membantu protein mempertahankan sel-sel protein
3. Membantu pembakaran lemak
4. Bahan bakar untuk system saraf pusat

Mengurangi asupan karbohidrat dan menambah protein dengan harapan akan membantu tubuh membakar lemak lebih. Tetapi apabila hal itu dilakukan terus menerus, maka pada saat proses katabolik, yang mana protein diubah menjadi glucose sebagai energy, protein akan diambil dari otot yang akan menyebabkan berkurangnya massa otot. Dan pada saat perubahaan protein menjadi glucose itu menghasilkan sisa buangan berupa nitrogen yang harus dibuang melalui urine dan keringat. Nitrogen yang dibuang melalui urine ini jelas akan membebani ginjal. Jadi semakin rendah asupan karbohidrat, semakin tinggi intensitas latihan dan semakin banyak protein yang dikonsumsi, dalam waktu yang lama, akan merugikan ginjal kita. Banyak minum air yang diharapkan akan melancarkan proses ginjal, juga akan membebani ginjal apabila diet seperti ini diteruskan karena sisa buangan tersebut tetap harus melewati ginjal kita.

Yang harus Anda perhatikan adalah, cek kondisi ginjal Anda, apabila ada kelainan baik itu karena genetik atau penyakit tertentu, jangan lakukan pola diet ini. Bagi yang sangat overweight, ingin mendapatkan hasil yang cepat, pola diet ini bisa digunakan, tetapi jangan lebih dari satu bulan, dengan catatan kondisi ginjal Anda baik-baik saja. Pola diet ini seperti pisau bermata dua, gunakan dengan hati-hati.


www.duniafitnes.com

100 Kalori vs 100 Kalori

Ketika kita mulai belajar tentang diet, pertama-tama pasti banyak yang menjelaskan bahwa diet adalah mengatur pola makan, bukan berarti tidak makan atau makan sehari sekali saja. Kemudian selanjutnya adalah pengetahuan dasar bahwa kalau mau menurunkan berat badan, satu satunya cara adalah membuat kondisi bahwa kalori yang masuk lebih kecil jumlahnya daripada kalori yang keluar. Benarkah seperti itu ? Ternyata jawabannya adalah BELUM TENTU dan bahkan bisa MENAMBAH BERAT BADAN!

Berat badan turun kalau kalori keluar lebih banyak daripada kalori yang masuk? Coba kita lihat contoh lain. Bulu seberat 1 ons dan batu yang juga seberat 1 ons, dijatuhkan bersamaan di dalam ruang hampa udara. Manakah yang akan mencapai bawah terlebih dahulu? Pasti keduanya mencapai bawah bersamaan karena beratnya sama. Tetapi coba kita lakukan percobaan yang sama tetapi kali ini tidak di dalam ruang hampa tetapi dijatuhkan dari salah satu gedung di Kuningan, Jakarta. Dengan berat yg sama, manakah yang akan mencapai tanah terlebih dahulu? Tentunya batu kan?

Kenapa batu bisa jatuh terlebih dahulu itu dikarenakan ada yang dinamakan “AIR RESISTANCE” dimana udara bisa menahan laju jatuhnya batu ke tanah. Sekarang kembali lagi masalah kalori, memang kalau diuji di lab, semua kalori adalah kalori dan apabila kalori yang keluar lebih besar daripada kalori yang masuk maka hasilnya adalah penurunan berat badan. Hal ini sama seperti uji coba yang kita lakukan di dalam ruang hampa udara tadi. Tidak ada faktor-faktor lain dalam percobaan di dalam lab. Tetapi ketika kalori yang berbentuk makanan itu kita uji coba di dalam tubuh kita, metabolisme kita akan dipengaruhi banyak sekali faktor yang tidak terlihat oleh mata seperti udara dalam kasus bulu dan batu tadi.

Tubuh kita membakar kalori secara konsisten terus menerus setiap saat, bahkan ketika kita tidur sekalipun. Karena itu, memasukkan kalori dengan cepat ke dalam tubuh dalam waktu yang singkat akan membuat jumlah kalori dalam tubuh melonjak berlebihan dan akan dipakai seperlunya, kelebihannya akan disimpan menjadi lemak. Sebagai contoh, kita minum soda dengan jumlah 100 kalori, akan memberikan suntikan kalori dengan cepat ke dalam tubuh karena soda mengandung karbohidrat simple yang sangat mudah diserap oleh tubuh. Tetapi kita bandingan dengan mengkonsumsi ubi dengan jumlah kalori yang sama yaitu 100 kalori, tetapi merupakan karbohidrat kompleks, yang membutuhkan proses penyerapan lebih lama, maka tubuh akan menyerap kalori dari ubi tersebut secara perlahan-lahan sehingga tidak ada lonjakan kelebihan kalori dalam tubuh dan tidak ada yang diubah menjadi lemak.

Dari sini kita bisa simpulkan, bahwa yang terpenting dalam diet bukanlah jumlah kalori melainkan jenis kalori itu. Tidak semua kalori dibuat sama. Dalam laboratorium, kalori adalah kalori, tetapi tubuh kita adalah mesin dengan instruksi yang berbeda dan akan memproses kalori dari jenis makanan yang berbeda dengan cara yang berbeda pula.
Karena itu perhatikanlah JENIS kalori yang Anda konsumsi!


www.duniafitnes.com

Sabtu, 05 Mei 2012

Is Eating Fat Makes You Fat?

Dari jaman kita mulai kegendutan, semua orang selalu mengatakan kepada kita hal yang sama, yaitu bahwa kita makan fat (lemak atau sering diasosiasikan dengan minyak), maka tubuh kita akan menjadi fat (gemuk). Dan kalau mau kurus, solusinya adalah jangan makan lemak atau makanan berminyak. Hindari lemak dengan segala cara. Apakah kenyataannya seperti itu? Kalau tidak semua kalori adalah sama, maka jawabannya adalah tidak semua lemak adalah sama.

Tubuh kita, memproses lemak yang berbeda dengan cara yang berbeda pula. Bedanya adalah, dengan mengkonsumsi lemak jelek (bad fat) maka kita mematikan tombol pembakar lemak tubuh yang menyebabkan kita lebih susah lagi untuk membakar lemak. Sedangkan mengkonsumsi lemak bagus (good fat) akan meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu kita untuk membakar lemak.

Sebagai contoh, ada study yang menunjukkan bahwa lemak di dalam minyak ikan, EPA (good fat) dapat meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh dan meningkatkan kepekaan insulin tubuh, sedangkan trans fat (lemak yang sangat jelek) justru menghasilkan efek yang sebaliknya yaitu menghambat metabolisme dan memperlambat proses pembakaran lemak.

Jadi pada dasarnya, makanlah lemak baik dan tingkatkan pembakaran lemak tubuh atau makanlah lemak yang salah dan tingkatkan berat badan serta pelankan metabolisme tubuh Anda. Jenis lemak lebih penting daripada jumlah lemak yang Anda makan.

Sebenarnya ada 3 jenis lemak, yaitu lemak baik, lemak jelek dan lemak yang sangat jelek. Lemak baik meningkatkan metabolisme, lemak jelek memperlambat metabolisme. Lemak sangat jelek merupakan variant yang sangat berbeda. Lemak ini dibuat oleh manusia dan tidak bisa dicernah oleh tubuh kita.

- Lemak baik
Omega 3 adalah lemak baik nomor satu. Masalahnya adalah pada pola makan modern saat ini, 99% dari kita semua kekurangan omega 3. Kita tidak cukup memakan ikan seperti jaman nenek moyang kita dulu. Kita bisa mendapatkan omega 3 di ikan salmon contohnya, flaxseed oil, beberapa tipe kacang-kacangan juga mengandung omega 3.

Monosaturated fats yang mayoritas berasal dari olive oil. Monosaturated fat diet bisa menurunkan resiko penyakit seperti jantung, diabetes dan kanker. Penggunaan olive oil juga menunjukkan penurunan radang, peningkatan sistem kekebalan tubuh, menurunkan gula darah, cholesterol dan mengurangi pengentalan darah. Sumber-sumber monosaturated fat adalah extra virgin olive oil, hazelnuts, almonds, brazil nuts, advocado, dan sebagainya.

Saturated fat, yang dianggap cukup jelek, tetapi juga memberikan beberapa hal yang cukup kita butuhkan. Beberapa efek yang kurang disukai adalah jenis lemak ini dapat meningkatkan LDL Cholesterol. Tetapi jenis ini cukup dibutuhkan untuk pertumbuhan anak kecil.

Omega 6 Polyunsaturated Fats yang tidak dimurnikan juga cukup dibutuhkan oleh tubuh. Biasa ditemukan di dalam minyak sayur seperti grape seed oil, sesame oil dan sebagainya. Gunakan sedikit saja kalau Anda masih ingin mengoptimalkan pembakaran lemak tubuh.

- Lemak jelek
Polyunsaturated Vegetable Oil yang dimurnikan termasuk yang tersedia luas secara komersial seperti corn vegetable oil, soy dan lain-lain.
Saturated fat kebanyakan juga harus diminimalkan

- Lemak sangat jelek
Dalam kategori ini adalah trans fat. Trans fat banyak ditemukan di beberapa jenis mentega, crackers, permen, cookies, snack, fried food, salad dressing, dan lain-lain. Jenis lemak ini menghambat metabolisme tubuh, menambah berat badan dan meningkatkan resiko diabetes, penyakit jantung dan kanker. Masalahnya adalah kita mengkonsumsi jenis lemak ini cukup banyak dalam pola makan kita sehari-hari

Setelah mengetahui jenis-jenis lemak, perhatikan pola makan Anda untuk tetap mengkonsumsi lemak baik dalam jumlah yang cukup. Diet tanpa lemak tidak akan membantu Anda menurunkan berat badan, tetapi pola makan yang banyak mengandung lemak jelek juga sangat berbahaya!


www.duniafitnes.com

Kurangi Karbohidrat Kalau Ingin Kurus?


Mitos yang sering kita dengar adalah kalau ingin kurus, kurangi makan nasi, karena nasi mengandung banyak karbohidrat. Kurangi karbohidrat kalau ingin kurus. Atau yang lebih extreme bahkan, jangan makan karbohidrat tetapi makanlah protein yang lebih banyak kalau mau kurus, karena protein tidak disimpan oleh tubuh tetapi dibuang. Ternyata untuk menguruskan badan tidak semudah hanya mengurangi karbohidrat saja.

Karbohidrat adalah salah satu dari tiga sumber energi utama yang kita makan. Dua yang lain adalah lemak dan protein. Banyak dari kita kalau mendengar kata ‘karbohidrat’ pasti langsung berpikir tengan nasi putih, gula, roti, pasta, dan lain-lain yang semacamnya, yang merupakan karbohidrat jelek. Tetapi tahukan Anda bahwa sayur-sayuran juga merupakan karbohidrat? Begitu juga dengan buah-buahan, gandum, dan lain-lain.

Kalau Anda ingin sehat dan langsing, jelas harus mengkonsumsi karbohidrat baik ini, terutama karena mereka mengandung phytonutrient.

Phytonutrient adalah nutrisi yang bersifat menyembuhkan dan sangat penting untuk kesehatan kita. Nutrisi ini mengaktifkan pembakaran lemak dalam tubuh kita, memperlambat proses penuaan dini, mengandung antioxidant.

Coba kita analisa apa yang terjadi apa yang terjadi ketika kita mengkonsumsi karbohidrat. Karbohidrat adalah sumber dari gula di dalam diet kita. Ketika gula berdiri sendiri di dalam minuman seperti soda, maka akan sangat berbahaya bagi tubuh kita. Tetapi kalau gula bersama dengan teman-temannya seperti serat, vitamin, mineral, phytonutrients yang bisa ditemukan di makanan yang tidak diproses, maka dapat membantu kita untuk menurunkan berat badan.

Setelah kita mengkonsumsi gula dalam bentuk apapun, pankreas kita memproduksi hormon yang disebut insulin. Tugas insulin adalah untuk membantu gula supaya dikirim ke dalam sel tubuh. Setelah di dalam sel, gula dapat diubah menjadi energy (dengan kata lain semakin banyak sel di tubuh kita, pembakaran semakin tinggi – jadi jangan ingin kurus tanpa berlatih beban). Dan kalau kita mengkonsumsi gula secara berlebih, maka sisanya yang tidak dibutuhkan oleh sel tubuh akan disimpan untuk kalau dibutuhkan lain kali.

Ketika kita makan gula, tubuh memproduksi insulin secukupnya untuk transportasi. Setelah beberapa saat, kita makan gula lagi sedikit, dan hal yang sama akan terjadi lagi. Begitu juga seterusnya tanpa kita sadari. Tetapi, masalah akan muncul ketika terlalu banyak gula yang kita konsumsi. Ketika kita makan gula dalam jumlah yang cukup tinggi, terutama jenis gula yang diserap dengan cepat, makan kadar insulin dalam darah akan meningkat dengan cepat juga. Seiring dengan waktu, tubuh kita akan menjadi kebal terhadap situasi ini, yang disebut dengan insulin resistance.

Semakin sering kejadian ini terulang, makan tubuh akan menjadi semakin kebal. Semakin lama semakin kebal dan akhirnya tubuh kita tidak sensitif terhadap hormon insulin. Dan yang terjadi adalah pankreas kita akan berusaha memproduksi insulin lebih untuk menanggulangi hal ini. Dan ini akan membuat siklus yang berbahaya. Ketika tubuh mempunyai kadar insulin yang lebih tinggi daripada gula yang ada, tubuh kita akan memerintahkan kita untuk makan gula lebih supaya seimbang. Tetapi setiap kita memakan gula, menyebabkan kadar insulin naik lebih tinggi lagi, dan menyebabkan kita membutuhkan gula lebih, dan terus seperti itu. Dan ketika hal itu terjadi, tubuh kita akan menyimpan gula yang berlebih (yang tidak dibakar oleh sel tubuh) menjadi lemakn dan memperlambat metabolisme.

Jadi mulai saat ini perhatikan tipe karbohidrat yang Anda makan. Karbohidrat yang berbeda akan diubah menjadi gula dengan kecepatan yang berbeda pula. Ketika kita membanjiri tubuh dengan gula, kadar insulin akan meningkat dengan drastis, dan hal ini adalah sangat berbahaya, dan menyebabkan tubuh kita kebal lebih cepat.

Beberapa tipe karbohidrat dibakar lebih pelan. Membutuhkan waktu lebih lama untuk diubah menjadi gula dalam tubuh kita, sehingga menyebabkan kadar insulin lebih stabil dari waktu ke waktu. Ini menjadikan tubuh kita lebih sehat, dan metabolisme akan lebih optimal.

www.duniafitnes.com

Jumat, 04 Mei 2012

Fat Level Point


Fat Level Point, mungkin belum pernah dari kita yang mendengar istilah ini. Fat Level Point adalah titik standard dimana tubuh kita mempertahankan jumlah lemak yang mampu disimpan. Apa fungsinya buat kita?
Pertama-tama, kenalilah tubuh Anda sendiri, apakah Anda termasuk bertubuh kurus kering? Dengan kadar lemak cuman 10% dan tidak bisa gemuk dan susah sekali untuk menaikkan berat badan? Atau tubuh Anda termasuk gemuk, dengan kadar lemak sekitar 30% atau bahkan lebih?

Angka 10% atau 30% atau berapapun tubuh Anda menunjukkan angka itu, ada titik standard yang berbeda untuk tiap-tiap individu. Tubuh kita secara genetik memiliki standard yang berbeda. Dan yang paling penting adalah tubuh kita berusaha mempertahankan angka itu sebisa mungkin. Hal inilah yang menjelaskan kenapa orang kurus kering susah sekali menambah berat badan walaupun sudah mengikuti larangan-larangan yang dianjurkan di banyak literatur-literatur tentang diet misalnya makan makanan berminyak dalam jumlah yang banyak, makan langsung tidur, nyemil empty calorie snack. Begitu juga dengan yang bertubuh gemuk, kenapa tidak makan, tetapi berat badan tidak kunjung kurus, bahkan yang berhasil menurunkan berat badan pun, tidak lama kemudian pasti beratnya secara perlahan naik kembali ke titik standard tersebut.

Bagaimanakah cara merubah fat level point tersebut? Apakah kita harus pasrah terhadap genetik kita? Ternyata tidak. Ada dua cara untuk merubah fat level point tersebut, yang pertama adalah dengan berolahraga dan yang kedua adalah dengan merubah apa yang kita makan.
Berolahraga dan merubah makanan dari bad calorie menjadi good calorie akan merubah point tersebut menjadi lebih ideal.

www.duniafitnes.com

Ketika Mengurangi Makan = Gemuk



Dari jaman dahulu sampai sekarang, banyak makan adalah sebab dari kegemukan, tetapi apakah mengurangi makan, diet ketat sambil berlapar-lapar dapat menguruskan badan? Ternyata jawabannya adalah TIDAK dan berlapar-lapar justru menggemukkan badan.


Tubuh kita didesign sedemikian rupa, sehingga mampu untuk menjaga dirinya dari kematian. Contohnya adalah apabila kita tidak makan dalam waktu yang cukup lama, maka hasil akhirnya adalah kematian. Karena tubuh berusaha supaya dia tidak mati, maka otak memberikan signal ke tubuh dalam bentuk lapar, yang intinya adalah menyuruh kita untuk segera mengkonsumsi makanan, supaya tetap hidup dan tidak membahayakan kondisi tubuh.

Tetapi apa yang terjadi kalau kita mengurangi makan, dan menahan lapar lebih lama lagi? Tubuh akan langsung bereaksi untuk menjaga supaya tidak mati dan metabolisme tubuh akan diperlambat semaksimal mungkin. Ingat, untuk membakar lemak diperlukan metabolisme yang tinggi, jadi kondisi ini jelas berlawanan dengan apa yang kita inginkan, yaitu membakar lemak supaya kurus. Diperlambat supaya tubuh tidak terlalu boros membuang energy yang membahayakan nyawa.

Setelah itu, tubuh memang benar akan menggunakan lemak sebagai cadangan energy diwaktu kritis, tetapi perlu kita ingat, cadangan energy adalah CADANGAN yang akan digunakan di saat-saat terakhir. Jadi otak memberikan signal lain ke tubuh, supaya pada saat kritis seperti ini, makanan apapun yang kita makan, untuk diubah menjadi lemak, untuk mempertebal cadangan energy kita. Berarti sekali lagi, hasil akhir dari mengurangi makan dan lapar adalah KEGEMUKAN. Dan apabila diteruskan, maka efek sampingnya adalah kerusakan pada organ-organ tubuh termasuk penuaan dini.

Hal ini juga yang mendasari adanya efek samping yoyo dalam diet, yaitu dimana setelah kita berhasil menurunkan berat badan sekian kilo tetapi tidak lama lagi berat badan akan kembali naik cukup drastis lagi. Karena pada waktu kita kelaparan, memang semuanya dibakar yang akhirnya menjadikan berat kita turun, tetapi signal otak adalah ubahlah semua makanan yang masuk pada saat itu menjadi lemak.
Jadi aturlah diet Anda sebaik mungkin. Diet bukan berarti tidak makan atau mengurangi frekuensi makan. Pilihan makananlah yang harus diperbaiki, bukan dikurangi.

www.duniafitnes.com